Arti Loyalitas menurut Karyawan dan Perusahaan

Loyalitas Karyawan

Loyalitas Karyawan

Perbedaan pengertian istilah loyalitas antara karyawan dan perusahaan rasanya selalu menjadi topik yang diperdebatkan. Karena itu, tulisan ini mencoba kembali mencermati mengapa perdebatan tentang hal ini tidak pernah menemukan titik tengah.

Loyalitas berasal dari kata dasar “loyal” yang berarti setia atau patuh, loyalitas berarti mengikuti dengan patuh dan setia terhadap seseorang atau system/peraturan. Istilah loyalitas ini sering didefinisikan bahwa seseorang akan disebut loyal atau memiliki loyalitas yang tinggi jika mau mengikuti apa yang diperintahkan.
Perusahaan atau pengusaha mengartikan loyalitas adalah suatu kesetiaan karyawannya kepada perusahaannya.
Dalam perkembangannya, arti kata loyalitas sering dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memanfaatkan karyawan semaksimal mungkin tanpa memperhatikan kebutuhan karyawannya.

Continue reading

Categories: Karir dan Pekerjaan | Tags: , , | 12 Comments

Hukum Girard 250 dan Pentingnya Networking

Membaca artikel “Selling is Commercialization” yang ditulis oleh Hermawan Kartajaya membuat saya tersadar akan pentingnya memiliki networking. Artikel New Wave Marketing yang di muat di Kompas.com tersebut mengupas tentang seorang Joe Girard. Siapakah Joe Girard?

Joe Girard

Joe Girard

Pria luar biasa ini adalah salesman terhebat yang pernah tercatat di Guinness Book of Record karena prestasi penjualannya selama beliau bekerja sebagai salesman mobil.

Selama menjadi salesman mobil Chevrolet di kota Detroit, Amerika, dia berhasil menjual lebih dari 13 ribu unit mobil baru selama kurun waktu 15 tahun dari tahun 1963 sampai tahun 1978. Atau jika dihitung, maka penjualan rata-rata per harinya mencapai 6 unit/hari, sementara salesman lain rata-rata hanya 3 unit per bulan.

Pencapaian luar biasa ini membuatnya dianugerahi The World’s Greatest Salesman dan juga menjadi satu-satunya salesman yang tercatat pada The Automotive Hall of Fame.

Continue reading

Categories: Personal Branding | Tags: , , | 3 Comments

Renungan Jalur Kereta Api

Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api (KA)
Jalur pertama adalah jalur aktif yang masih sering dilewati KA
Sementara jalur kedua sudah tidak aktif alias tidak pernah dilewati KA

Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif

Sementara anak-anak lainya bermain di jalur KA yang masih aktif

Jalur Kereta Api

Jalur Kereta Api

Tiba-tiba, terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi

Dan kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA tersebut

Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain?

Hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif.

ATAU……
Anda akan membiarkan kereta tersebut berada dijalur yang seharusnya?

Ufffhhh…..

Mari berhenti sejenak untuk memikirkan KEPUTUSAN APA YANG SEBAIKNYA KITA AMBIL?

Pikirkan baik-baik apa jawaban Anda………..,

Dan setelah yakin dengan jawaban Anda, teruskan membaca ke bawah………

Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak

Anda mungkin memiliki pilihan yang sama karena menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disahkan baik secara moral maupun emosional.
Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain dijalur KA yang sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yang aman?

Disamping itu dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman-temannya yang bermain ditempat yang berbahaya.

Dilema semacam ini terjadi disekitar kita setiap hari. Di masyarakat, di dunia politik, di kehidupan demokrasi, dan terutama di kantor, pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut.

Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya dijalur KA yang berbahaya telah dikesampingkan.

Dan bahkan kita mungkin tidak akan menyesalkan kejadian tersebut.

Seorang teman yang telah mendengar cerita ini berpendapat bahwa dia tidak akan mengubah arah laju kereta
Karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif.
Maka mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat.

Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif……..

Maka seorang anak yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas, karena dia tidak pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut.

Disamping itu alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman.
Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif, maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta.

Dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak bisa mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.

Kita harus sadar bahwa hidup ini penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat.
Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar.

Satu lagi perlu diingat……dalam masyarakat kita sekarang ini: sesuatu yang benar tidak selalu disukai, dan sesuatu yang disukai tidak selalu benar

Artikel ini saya tulis ulang dari email seorang sahabat yang dimuat juga di Situsnya Andri Wongso dan saya dedikasikan untuk sahabat-sahabat terbaik saya yang selalu konsisten untuk berada di “jalur kereta tidak aktif” JALUR YANG BENAR……..

Categories: Tentang Kehidupan | Tags: , , | 2 Comments

Penjualan mobil bekas terus meningkat

Penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 607.770 unit, data tersebut adalah data wholesales atau data unit mobil baru yang dikirim ke showroom. Lalu bagaimana dengan penjualan mobil bekas pakai? Memang tidak ada angka pasti mengenai hal ini.

Showroom Mobil Bekas/Second

Showroom Mobil Bekas/Second

Tetapi jika melihat dari begitu menjamurnya showroom mobil bekas di Indonesia, maka sudah dipastikan bahwa pasar mobil bekas memang pasar yang menggiurkan.

Sebagai contoh saja, di wilayah Depok, kota satelit di selatan Jakarta, tidak kurang ada 50 showroom yang menjual mobil bekas. Jika satu showroom rata-rata perbulan dapat menjual 5 unit, berarti tidak kurang dari 250 unit mobil bekas diperjual belikan di kota Depok.
Dihitung dalam setahun, berarti hampir 3.000 unit mobil bekas diperjualbelikan. Padahal jika menurut data registrasi dari SAMSAT, pendaftaran mobil baru di wilayah Depok tahun 2008 hanya sekitar 10.000 unit.

Ada beberapa hal yang mendorong penjualan mobil bekas di Indonesia terus meningkat.

1. Harga mobil baru yang semakin tinggi

Salah satu factor yang menentukan harga jual kendaraan adalah nilai tukar rupiah terhadap US Dollar atau Yen Jepang. Jika nilai tukar rupiah melemah, maka produsen mobil di Indonesia terpaksa menaikkan harga jual kendaraannya. Hal ini membuat harga mobil baru terus meningkat. Sehingga calon pembeli yang kemampuan daya belinya tidak terlalu kuat, terpaksa membeli mobil bekas untuk memenuhi kebutuhannya.

2. Menghindari Depresiasi

Salah satu karakter unik orang Indonesia yang mempengaruhi keputusannya dalam membeli mobil adalah “Berapa nilai jual kembali mobil saya jika saya nanti ingin menjualnya?”
Sehingga banyak orang Indonesia yang lebih cenderung membeli mobil bekas agar tidak mengalami kerugian depresiasi dilai jual.
Begitu mobil Anda keluar dari showroom, harganya akan langsung mengalami depresiasi.
Rata-rata sebuah kendaraan akan kehilangan maksimal 30% dari harga belinya dalam jangka waktu 2 tahun sejak pertama kali dijual ke pembeli.
Tentu saja ada hal lain yang mempengaruhi harga jual kebali sebuah mobil. Diantaranya : merk mobil tersebut, kondisi mobil, penggunaan dan perawatan, serta keadaan pasar juga ikut menentukan besar kecilnya depresiasi mobil baru Anda.

3. Tidak ingin menunggu mobil baru yang terlalu lama

Pada beberapa tipe mobil yang laris di pasaran, masa tunggu kendaraan keluar dari showroom kadang terlalu lama. Sehingga banyak calon pembeli yang tidak sabar menunggu masa indent tersebut, akhirnya lebih memilih mencari alternative lain dengan membeli mobil bekas yang bisa langsung dipakai. Hal ini berlaku ketika kapasitas produksi atau kuota impor suatu model tidak lagi sesuai dengan banyaknya permintaan pasar. Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Nissan Grand Livina, Honda Jazz, adalah beberapa model yang pernah menikmati fenomena ini.

Mau tahu lebih lengkap tentag perkembangan dunia otomotif di Indonesia? Dapatkan dari Harga Mobil Baru Indonesia

Categories: Berita Otomotif | Tags: , , | 3 Comments

Penjualan mobil pada tahun 2009

Penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 607.770 units, meningkat 40% dari penjualan tahun 2007 yang sebesar 434.313 unit.

Angka ini jauh melampaui target yang diperkirakan oleh GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Indonesia) bahwa penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2008 akan mencapai angka 520.000 unit.

Berdasarkan data yang dirilis oleh GAIKINDO bahwa penjualan mobil tahun 2008 setiap bulannya memang cenderung meningkat.

Penjualan bulan Januari 41.375 unit, Pebruari 47.466 unit, Maret 46.714 unit, April 51.655 unit, Mei 50.718 unit, Juni 54.707 unit, Juli 60.830 unit, Agustus 58.491 unit, September 55.231 unit, Oktober 54.813 unit.

Grafik Penjualan Mobil tahun 2008 vs 2007

Grafik Penjualan Mobil tahun 2008 vs 2007

Hanya pada 2 bulan terakhir penjualan mobil di Indonesia cenderung menurun, bulan Nopember 46.119 unit dan Desember 39.651 unit. Krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat dan Eropa, akhirnya mengakibatkan penjualan mobil di Indonesia juga terkena dampaknya.

Sejak bulan Nopember 2008, suku bunga Bank Indonesia naik dari 8.75% menjadi 9.5%. Hal ini mengakibatkan penjualan mobil menjadi turun, karena lembaga pembiayaan kendaraan menaikkan suku bunga kreditnya dan membatasi pemberian fasilitas kredit kepada konsumen, padahal 80% pembelian kendaraan di Indonesia dibiayai dengan cara kredit oleh lembaga pembiayaan kendaraan.

Selain itu nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika naik dari Rp.9.500 menjadi Rp.12.000 per 1 US Dollar. Sehingga banyak produsen mobil yang terpaksa menaikkan harga jual kendaraan bahkan sampai 20% dari harga semula.

Penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2008 masih didominasi oleh merk Jepang. Toyota masih memimpin pasar otomotif Indonesia dengan penjualan sebanyak 211.909 unit dengan pangsa pasar 35%. Mitsubisi di peringkat kedua dengan jumlah penjualan 87.524 unit, pangsa pasar 14,4%. Disusul berturut-turut oleh Daihatsu 78.041 unit (13%), Suzuki 73.066 units (12%), Honda 52.500 units (8.6%), Nissan 31.881 unit (5.2%), Isuzu 25.325 unit (4.2%), Hino 14.227 unit (2.3%). Dan merk-merk lainnya dengan penjualan sebanyak 33.297 unit (5.5%) dibagi oleh sekitar 20 merk mobil.

Hampir setiap merk mengalami kenaikan penjualan yang cukup tajam dibandingkan penjualan tahun 2007. Seperti Toyota yang menikmati kenaikan sampai 41% dari penjualan tahun 2007 yang hanya sejumlah 150.631 unit. Bahkan penjualan Daihatsu mengalami kenaikan sampai 50% dari 51.597 units di tahun 2007, sehingga mampu menggeser Suzuki dari peringkat 3 besar otomotif Indonesia.

Bagaimana penjualan mobil di tahun 2009?

Penjualan mobil di tahun 2009 diperkirakan akan mengalami penurunan sampai 30%. Bahkan GAIKINDO memperkirakan penjualan mobil nasional hanya mencapai angka 430,000 unit. Hal ini dikarenakan dampak krisis ekonomi global yang masih belum pulih, suku bunga yang belum turun secara signifikan dan nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif.

Apalagi pada tahun 2009, Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi lima tahun sekali, yaitu pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

Kita lihat apakah penjualan mobil pada tahun 2009 akan bisa bertahan menghadapi kondisi politik dan ekonomi yang seperti demikian. Semoga.

Categories: Berita Otomotif | Tags: , , | Leave a comment

Tahun 2009, harga mobil terus melangit

Krisis ekonomi yang melanda Amerika, kemudian Eropa, telah membuat penjualan mobil nasional terus menurun. Daya beli ekonomi masyarakat sudah semakin berkurang. Banyak sektor perdagangan dan industri yang harus tutup. Dan tentu saja ini membuat produsen mobil harus semakin pintar menerapkan stategi untuk bisa bertahan dari terjangan krisis ini.

Turunnya nilai tukar rupiah terhadap US Dollar, Yen Jepang, membuat produsen mobil terpaksa menaikkan harga jual kendaraan. September 2008, Rupiah masih berada di angka Rp.9.500/1 US Dollar. Dan pada bulan Oktober 2008 naik menjadi sekitar Rp.12.000/1 US Dollar.

Akibatnya, harga mobil baru terus naik hampir setiap bulan. Jika melihat harga bulan Maret 2009 dibandingkan dengan harga Oktober 2008, maka hampir semua merk menaikkan harga jualnya 10% sampai 15%. Bahkan ada beberapa model yang terpaksa dinaikkan sampai 18% dari harga Oktober 2008.

Toyota Avanza | Mobil terlaris di Indonesia

Toyota Avanza | Mobil terlaris di Indonesia

Varian paling ekonomis dari Toyota Avanza misalnya, tipe G 1.3L Manual, harga per Oktober 2008 adalah Rp. 116.800.000. Dan berapa harga bulan Maret 2009? Rp. 129.600.000. Naik hampir 13 juta atau 11%.

Total kenaikkan harga dari Oktober 2008 sampai Maret 2009 untuk semua tipe Toyota Kijang Innova mencapai 27 juta atau rata-rata 13%.

Nissan Grand Livina tipe XV 1.5 MT naik 21 juta rupiah dari Rp. 158 juta per Oktober 2008 menjadi Rp. 179 juta per Maret 2009.

Bahkan All New City, Small Sedan andalan Honda yang baru launching tanggal 28 Nopember 2008, terpaksa harus naik 10 juta untuk tipe Manual dan 12 juta rupiah untuk tipe Otomatis, sehingga kisaran harganya menjadi 249 juta sampai 272 juta rupiah.

Sementara Suzuki, tidak kuasa menahan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Yen Jepang, sehingga Suzuki Neo Baleno harus naik Rp. 30 juta menjadi Rp. 206 juta (MT) dan Rp. 217 juta (AT). Dan Suzuki Swift dari kisaran harga Rp. 137 juta ~ Rp. 160 juta naik menjadi Rp. 163,5 juta ~ Rp. 186,5 juta.

Demikian juga dengan Hyundai, produsen mobil asal Korea Selatan, harus menaikkan harga Hyundai Avega, Sedan 1.500 cc andalannya. Sedan lift back yang pada bulan Oktober 2008 masih dijual dengan harga Rp. 102,75 juta ~ Rp. 132 juta, kini naik menjadi Rp. 118 juta ~ Rp. 147,85 juta.
Triwulan pertama tahun 2009, nilai tukar rupiah masih belum stabil. Pada saat tulisan ini dibuat, rupiah masih diperdagangkan pada level Rp. 11.500 per 1 US Dollar. Tentu saja ini membuat harga mobil baru ada kemungkinan akan naik lagi.

Ingin tahu lebih jauh tentang harga mobil di Indonesia? Pergi saja ke situs favorite saya yang ini : Harga Mobil Baru Indonesia

Categories: Berita Otomotif | Tags: , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.