Arti Loyalitas menurut Karyawan dan Perusahaan

Loyalitas Karyawan

Loyalitas Karyawan

Perbedaan pengertian istilah loyalitas antara karyawan dan perusahaan rasanya selalu menjadi topik yang diperdebatkan. Karena itu, tulisan ini mencoba kembali mencermati mengapa perdebatan tentang hal ini tidak pernah menemukan titik tengah.

Loyalitas berasal dari kata dasar “loyal” yang berarti setia atau patuh, loyalitas berarti mengikuti dengan patuh dan setia terhadap seseorang atau system/peraturan. Istilah loyalitas ini sering didefinisikan bahwa seseorang akan disebut loyal atau memiliki loyalitas yang tinggi jika mau mengikuti apa yang diperintahkan.
Perusahaan atau pengusaha mengartikan loyalitas adalah suatu kesetiaan karyawannya kepada perusahaannya.
Dalam perkembangannya, arti kata loyalitas sering dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memanfaatkan karyawan semaksimal mungkin tanpa memperhatikan kebutuhan karyawannya.

Perusahaan atau pengusaha melakukannya karena meyakini bahwa karyawan tidak memiliki posisi tawar yang seimbang. Dalam hal ini, perusahaan atau pengusaha tadi menganggap hubungannya dengan karyawan tidak sebagai partner, tetapi sebagai majikan dan pegawai, yang memberi upah dan yang meminta upah. Sebuah paradigma yang masih tersisa dari era perbudakan.

Perusahaan pun akan dengan mudah memberi label “tidak loyal” kepada karyawannya jika karyawannya tersebut tidak mengikuti apa yang diperintahkan oleh perusahaan, misalnya tidak mau kerja lembur atau tidak mengikuti suatu kegiatan yang diminta oleh perusahaan meski pekerjaan/kegiatan tersebut diluar jam kerja.

Kadang, arti kata ”perusahaan”-pun sering diganti maknanya, dengan ”pengambil keputusan” perusahaan yang sejatinya adalah seorang karyawan di perusahaan tersebut. Karyawan yang kebetulan menjadi penentu kebijakan perusahaan ini seringkali memanfaatkan posisinya untuk kepentingan lain (baca:diri sendiri) sehingga banyaknya kepentingan dalam menentukan kata”loyal atau tidak loyal” sangat besar pengaruhnya. Dalam pengamatan saya, para pemangku kebijakan perusahaan ini adalah karyawan pada level manajerial, Supervisor/Manager di bagiannya, atau seorang HRD Manager misalnya.

Pada perkembangannya pengertian semakin bergeser menjadi “kepatuhan bawahan terhadap apapun yang diperintahkan atasan”. Dan ini seringkali menjebak bawahan untuk berubah menjadi seorang karyawan yang YES-man, Asal Boss Senang, dalam kata-kata yang lebih tegas bisa disebut penjilat. Akhirnya tercipatalah pengertian baru dari kata loyalitas, yaitu menjilat. Seorang akan disebut memiliki loyalitas yang tinggi jika bisa menyenangkan atasannya dengan cara menjilat, cari muka.

Sekarang, mari kita lihat apa pengertian loyalitas menurut karyawan.
Loyalitas menurut karyawan atau para professional adalah kesetiaan pada pekerjaan atau profesi. Sementara perusahaan hanya dipandang sebagai tempat bekerja, dan kewajiban karyawan hanyalah bekerja dan mengikuti peraturan yang berlaku di perusahaan tersebut, dan tentu saja harus mendapatkan hak-nya sesuai kesepakatan.

Jika ada kewajiban lain yang harus dilakukan dan diluar kesepakatan, maka harus ada kompensasi atau benefit tambahan, misalnya jika harus bekerja lembur maka harus mendapatkan upah tambahan. Dari sudut pandang ini, karyawan berharap mereka dianggap sebagai partner oleh perusahaan dan bersama dengan stake holder/pemilik kepentingan lainnya (customer, supplier, pemegang saham, lingkungan dan masyarakat sekitar) dianggap sama dan penting.

Karyawan hanya akan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja jika menemukan kenyamanan dan rasa aman. Dia merasa nyaman dengan lingkungannya, dengan sikap atasan atau rekan kerjanya, merasa aman dengan masa depannya, karir dan pekerjaannya. Rasa nyaman ini dengan sendirinya akan menumbuhkan kedekatan, kebahagiaan dan rasa memiliki. Sementara bekerja dan memiliki pekerjaan adalah salah satu cara untuk mendapatkan rasa aman. Jika kedua hal tersebut ada, maka dengan sendirinya loyalitas karyawan akan meningkat.

Kedua pemahaman arti kata loyalitas tersebut tentu saja berbeda dan bersebrangan. Perusahaan, termasuk juga karyawan pengambil kebijakan perusahaan yang (merasa) mewakili perusahaan, memahami loyalitas adalah kepatuhan pada perusahaan (atasan, peraturan) tanpa syarat. Sementara karyawan memahami arti kata loyalitas sebagai kesetiaan terhadap profesi dan pekerjaan, bukan pada atasan atau perusahaan.

Kemudian, pemahaman yang manakah yang benar? Manakah yang lebih sesuai untuk era baru ini? Semuanya dikembalikan pada pribadi masing-masing, dan saya lebih memilih loyalitas pada pekerjaan pada profesi bukan pada atasan atau perusahaan.

About these ads
Categories: Karir dan Pekerjaan | Tags: , , | 13 Comments

Post navigation

13 thoughts on “Arti Loyalitas menurut Karyawan dan Perusahaan

  1. “Karyawan hanya akan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja jika menemukan kenyamanan dan rasa aman”. Menurut saya itu hanya topeng bung, rasa aman dan nyaman bagi karyawan lebih diperuntukkan apabila gajinya cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Loyal lebih diartikan mencintai pekerjaan, bekerja dengan hati dan sepenuh hati. Kalo Idealisme itu telah tertanam, loyalitas yang sesungguhnya akan tercipta dengan sendirinya. Itu mungkin yang anda maksud dengan loyal pada pekerjaan. Saya sepakat bung.

  2. Mas Chafa

    Yang pasti seorang karyawan akan melakukan pekerjaan tersebut dengan loyalitas yang tinggi apabila kenyamanan sudah dirasakan oleh karyawan tersebut dari perusahaan dimana tempat dia bekerja. Semua yg anda tulis diatas sangat Benar Bos… Saya Sepakat.

  3. Chicy

    Di tempat sy bekerja,, situasinya kacau,, Nepotisme,, banyak penjilat terus pimpinannya juga suka di jilat jadi ya ketemu deh,, bagi yang ga suka menjilat mati aja!!!

  4. luthfi

    kalau dihadapkan pada 2 pilihan, roYALITAS atau loYALITAS/?
    mohon pendapatnya…
    trus kalo royalitas itu yang kaya gimana…

    thanks..

  5. thats right

  6. berbicara tentang loyalitas, masih adakah yang lebih loyal lagi selain seseorang yang selalu dengan tulus dan iklasnya melayani/melaksanakan segala keinginan seseorang walaupun sampai mengorbankan segala kepentingan/urusan pribadi maupun keluarga nya selama ini tetapi tak pernah di anggap sama sekali ???

  7. Sam

    saya sepakat mas bro..
    ijin copy ya.. ^^

  8. masihrudi

    top.banget nih wat teman2l kantor wa. semangat semua.!

  9. michelle

    Loyalitas adalah kesetiaan. Jadi jika karyawan bekerja dlm tanggung jawab pekerjaanya sampai lembur malam2 atau masuk di hari liburpun untuk mengejar deadlinenya itu bukan Loyalitas tapi Tanggung Jawab. Tetapi jika dia di minta melakukan pekerjaan lain yg bukan departemen / tugasnya atau karyawan mendapat tawaran gaji tinggi di tpt lain tp tdk mau pindah atau membela perusahaan walaupun ada resiko pribadi dia atau mencintai perusahaan seperti perusahaan sendiri dgn menghemat/ tdk sembarangan mengeluarkan/ mengeluarkan biaya perusahaan itu baru dinamakan Loyalitad

  10. michelle

    Sy melihat adanya penurunan kualitas diri dlm bekerja dan berpikir dr sdm dr tahun ke tahun. Zaman sdm tahun 1960an. 1970 an 1980 an dgn anak era 1990an beda sekali kualitas ketahanan kerja, tanggung jawab dan loyalitasnya. Era angkatan yg mkn muda makin manja dan lbh bnyk tuntutan tp meminta tanggung jawab ringan..keinginan belajar dan motivasi maju kecil…kualitas pendidikan di turunkan standarnya, kebijakan tenaga kerja yg
    memanjakan adalah suatu langkah berbahaya jangka Panjang yg mengakibatkan kemunduran diri dari

    sdm bangsa kita dimana di negara lain tingkat kualitas dr ketahanan /pressure semakin di tingkatkan

  11. erlangga

    setuju, sy lebih memilih royalitas terhadap ptofesi n pekerja,an, royalitas terhadap profesi /pekerja,an jauh lebih baik, ketimbang harus menjadi s,orang penjilat tak beda,y dgn kotoran sampah yg busuk,

  12. ferry

    izin copy ya mas..

    Jazakallah khairan

  13. Andi

    SETUJU…. kalau kita Loyal kepada majikan kita yang jahat sekalipun.. kelihatannya kita bodoh.. tetapi Tuhan Melihat.. dan TUHAN dapat melakukan apa saja untuk pada suatu saat mengankat kita ke posisi yang lebih baik. Karena kita telah taat menjalani FIRMANNYA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: